Showing posts with label Blitz. Show all posts
Showing posts with label Blitz. Show all posts

Saturday, September 27, 2008

Aria Napeta, Bulan Ramadhan, Mending Tadarusan


Aria Napeta

Asmara subuh? Wah, nggak banget deh, itulah kata yang terlontar dari Aria Napeta ketika ditanya tentang fenomena asmara subuh yang biasa menjamur di bulan Ramadhan.

"Asmara subuh itu nggak ada untungnya, daripada buang-buang waktu percuma mending tadarusan abis subuh, kan sekarang Ramadhan harus manfaatkan dong dengan maksimal Ramadhan ini, yang penuh berkah," ujar dara manis kelahiran Talago Sarik, 25 Agustus 1987.

Selain itu Ria, biasa ia dipanggil, mengatakan bahwa asmara subuh sangat merugikan bagi para cewek, apalagi cewek yang punya pacar iseng, bisa merusak amal puasanya, atau kecelakaan yang pernah menimpa temannya.

"Ria punya pengalaman, temanku saat SMA dulu pernah keserempet motor waktu ikut-ikutan asmara subuh. Jadi sebaiknya asmara subuh dihindarin deh, bahaya. Dan buat para cewek sampai diapa-apain ama cowoknya yang iseng, bisa merusak amal ibadah di bulan puasa dong,"

Mahasiswi semester 5, Fakultas Adab, jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, IAIN Imam Bonjol (IB) ini mengaku dulunya ia memang pernah ikut asmara subuh, tapi setelah tahu asmara subuh memberi efek negatif, maka ia buru-buru meninggalkannya.

"Daripada asmara subuh mendingan kita ikuti kegiatan yang bermanfaat di Masjid seperti pesantren Ramadhan, tadarusan, menyantuni anak yatim dan orang miskin serta kegiatan sosial lainnya yang menambah nilai plus bagi ibadah puasa. "Jadi asmara subuh nggak ada untungnya, udah ngga jamannya lagi. Mending lakukan kegiatan yang bermanfaat," ujarnya.

Sebagai salah satu anggota UKM Korps Suka Rela (KSR) PMI IAIN-IB Aria ingin berbagi tips sehat. Untuk menjaga kebugaran di pagi hari alangkah baiknya mengawali hari dengan senam ringan selama kurang lebih 30 menit, agar kondisi badan yang puasa tetap bugar, sehingga siap mengawali aktivitas di bulan Ramadhan. Selain itu banyak minum air putih agar tidak dehidrasi, kemudian saat berbuka, berbukalah dengan buah-buahan, terutama yang manis, seperti kurma dan buah segar lainnya.(dodo)


Wednesday, August 06, 2008

Andelisia Darmansius, Berusaha Sendiri Karena Tak Pernah Diberi Uang JajanBerusaha Sendiri Karena Tak Pernah Diberi Uang Jajan


Belajar di luar negeri dan hidup mandiri sambil mencari tantangan baru, itulah yang ada dalam benak Andelisia Darmansius saat memutuskan untuk melanjutkan studinya ke Malaysia. 

Lisia, panggilan akrab gadis cantik kelahiran Padang, 16 April 1989 ini memilih studi ke luar negeri karena ingin menggunakan kesempatan yang diberikan orang tuanya untuk hidup mandiri dan melanjutkan kuliah disana. 

“Awalnya aku sempat berpikir untuk masuk Kedokteran, tapi saat ada Education Fair di sekolah, aku tertarik untuk melanjutkan studi di HELP University College, Kuala Lumpur, Malaysia., biayanya terjangkau dan ada di pusat kota, mama juga mengijinkan untuk kuliah di sana asal jangan putus di tengah jalan. Jadi kesempatan ini kumanfaatkan dengan optimal,” ungkap Lisia. 

Saat kuliah Lisia tak canggung lagi menggunakan Bahasa Inggris, dan saat berkomunikasi sesama teman yang kebanyakan dari luar negeri seperti Libya, Kazaghstan, Uzbekhistan, Arab dan Eropa, maklum sejak SMP dia sudah kursus Bahasa Inggris. Meski demikian sesekali Lisia juga terkendala bahasa, karena terkadang bahasa dalam perkuliahan berbeda dengan percakapan sehari-hari. 

Selain kuliah, Lisia memanfaatkan waktu luangnya dengan bekerja sampingan atau part time job. “aku pernah kerja sampingan di restoran internasional yang menyediakan menu mewah, jadi waktu itu aku bisa berkomunikasi dengan pelanggan yang kebanyakan adalah orang bule. Biasanya part time pada hari Sabtu dan Minggu selama 8 jam per hari, lumayan gaji yang diberikan 1 jam adalah 4 sampai 5 Ringgit Malaysia. Selain kerja di restoran aku juga pernah kerja jadi penjaga toko. Dengan kerja sampingan aku dapat beragam pengalaman, dari menyajikan makanan sampai bagaimana menggaet pelanggan, “jelas Lisia. 

Anak pasangan Yosef Handi Darmansius dan Bestariyanti Purnama ini mengatakan bahwa ia merasa beruntung karena dididik agar tidak menjadi anak manja. “Mama tidak mau memberi uang jajan jadi aku mesti putar otak untuk mendapatkan uang, misal jual pulsa isi ulang, jual seprei atau jualan aksesoris buat HP. Untungnya lumayan. Modal ini aku dapat minjem dari mama, jadi harus dibalikin lagi,” ujarnya sambil terbahak. 

Awal kuliah, pada Agustus tahun lalu, Lisia sempat kangen rumah dan kesepian. Tapi ia harus menguatkan diri untuk mendapatkan kemandirian. Terbiasa diasah mandiri, Lisia sangat prihatin pada generasi muda saat ini, karena kebanyakan mereka masih memanjakan diri dengan orang tua sehingga belum bisa hidup mandiri dan tidak mau berusaha sendiri 

”Ada temanku kuliah, dia tidak mau ikut partime job karena alasan ada kuliah ato apalah, padahal kalo pengaturannya baik, pasti dia bisa part time di tengah jadwal kuliah yang padat. Tapi hatinya yang ga mau, ya ga punya waktu terus,” ulasnya. 
Melihat hal itu Lisia jadi ingat kata-kata mamanya bahwa jika anak dimanja maka tidak akan menjadi orang yang sukses. Jadi ia merasa beruntung dapat hidup mandiri tanpa mau bermanja-manja pada kedua orang tua. (dodo) , padangmedia.com